Kesehatan
merupakan kondisi sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap individu hidup produktif secara sosial serta
ekonomis. Kemudian pengertian dari agama sendiri yaitu sistem yang
mengatur tata keimanan serta peribadatan kepada Tuhan. Secara teoritis
dari pengertian keduanya maka terdapat pola hubungan yaitu saling
berlawanan atau saling mendukung.Dalam pola hubungan yang saling berlawanan antara agama dan kesehatan tentunya hal tersebut masih banyak menimbulkan berdebatan serta prokontra. Pada batasan tertentu menunjukkan bahwa apa yang dianjurkan dalam bidang kesehatan terkadang tidak selaras dengan apa yang dianjurkan dalam agama. Misalnya dalam program promosi kesehatan mengenai penggunaan kondom untuk menghindari diri dari penyebaran penyakit HIV/AIDS. Tentunya program tersebut memiliki irisan moral dengan agama.
Dilihat dalam bidang agama program tersebut dapat diartikan sebagai suatu kebijakan yang dimana mampu membuka peluang dalam pergaulan bebas. Kebijakan tersebut seakan memiliki makna bahwa boleh melakukan free sex ataupun hubungan seksual asalkan menggunakan kondom. Walaupun mungkin maksud dari sisi kesehatan memiliki makna yang baik yaitu untuk mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS. Namun dari bidang agama sendiri memiliki persepsi yang berbeda sehingga menimbulkan pola hubungan yang berlawanan.
Selanjutnya, agama serta kesehatan juga memiliki potensi untuk saling mendukung. Hal tersebut dapat dilihat melalui kegiatan berpuasa. Terdapat beberapa agama yang memang dalam ajarannya memiliki amalan ataupun perintah kepada para umatnya untuk berpuasa. Fenomena berpuasa tersebut merupakan salah satu bentuk terapi yang telah diakui oleh kalangan medis dalam meningkatkan kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar