Desa Marsada Purbatua

Senin, 27 Juli 2020

Moderasi Beragama Antar Ummat



Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.
4 indikator moderasi beragama.
1. Komitmen kebangsaan.
2. Toleransi.
3. Anti kekerasan.
4. Akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

Mengapa moderasi beragama penting???
1. Menyadari bahwa perbedaan adalah Sunnatullah.
2. Keanekaragaman adalah fitrah bangsa.
3. Pancasila adalah cermin nilai masyarakat.
4. Bangsa Indonesia adalah beragama.
Dinamika Moderasi beragama
1.Hubungan antar-umat beragama
2.Internal umat beragama
3.Multikultural umat beragama
Mengajarkan agama yang ramah, toleran dan menghargai keberagaman.
#KKL-DRIAINPadangsidimpuan2020
#kkliainPadangsidimpuan2020

Kamis, 23 Juli 2020

Kerukunan yang Menyejarah di Sipirok

Sipirok adalah kecamatan di tengah Kabupaten Tapanuli Selatan. Sekarang diposisikan menjadi pusat pemerintahan kabupaten tersebut. Tapi sejarah Sipirok berusia jauh lebih panjang dari pengakuan administratif tersebut. Wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat perdagangan cengkeh dan rempah-rempah, pernah juga menjadi salah satu benteng perjuangan kaum Paderi di Sumatera Utara, namun juga merupakan wilayah awal perkembangan gereja Protestan di Suku Batak, sebelum justru berkembang lebih luas di Tapanuli Utara.
Orang mungkin mengenal beberapa nama seperti penulis masyhur Balai Pustaka, Merari Siregar, tiga Pane (Armijn Pane dan Sanusi Pane, tokoh sastra dan pergerakan Indonesia, serta si bungsu Lafran Pane, tokoh pendiri HMI), juga dedengkot gerakan mahasiswa, Hariman Siregar, sebagai beberapa tokoh kelahiran Sipirok. Namun itu baru segelintir, ada sejumlah ulama, pendeta, akademisi, seniman, pejabat pemerintahan serta militer yang berasal dari wilayah kecil ini.
Akademisi Universitas Medan Area (UMA), Muda Hutasuhut, pernah menuliskan pengalaman masa kecilnya di salah satu desa di Sipirok, yaitu Desa Bunga Bondar. Di desa yang juga kampung halaman gubernur legendaris Sumatera Utara Raja Inal Siregar ini, kerukunan hidup antar umat beragama sudah lama terjalin dengan baik.
Konon menurut warga, mereka berasal dari keturunan nenek moyang yang sama. Setelah agama Islam dan agama Kristen masuk ke desa ini, maka sesuai dengan kepercayaannya masing-masing di antara penduduk ada yang menganut agama Islam dan yang menganut agama Kristen. Rumah penduduk yang beragama Islam dengan rumah penduduk yang beragama Kristen tidak jarang bersebelahan dinding karena pertapakan rumah yang mereka tempati merupakan warisan dari leluhur yang sebelumnya merupakan satu kesatuan keluarga.
Wujud kekompakan akan jelas terlihat terutama pada acara pelaksanaan pesta adat baik dalam acara perkawinan, meninggalnya anggota keluarga maupun dalam acara sosial budaya. Penduduk yang berasal dari berbagai komunitas marga dan pemeluk agama yang berbeda tersebut menyatu dalam kesatuan pesta sesuai dengan kedudukannya dalam acara pesta.
Pada upacara penguburan, para pemuka agama Kristen tidak segan-segan untuk ikut dalam prosesi penggalian kubur, meskipun yang dikebumikan adalah rekan-rekan yang Muslim. Mereka pun turut memberikan penghiburan pada keluarga yang ditinggalkan.
Sementara hal penanganan akomodasi makanan yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan pesta adat, baik untuk acara perkawinan maupun acara sosial kemasyarakatan, penanganannya diserahkan kepada penganut agama Islam walaupun yang memiliki hajatan adalah berasal dari yang beragama Kristen, mulai dari prosesi pemotongan hewan untuk acara pesta hingga cara memasak dan pembagiannya.
Sikap yang demikian sudah berjalan secara turun temurun sehingga penganut agama Islam yakin tentang status halal makanan yang mereka makan.
Pdt. A.B Marpaung dari Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), pernah berkomentar jenaka terkait kebiasaan tersebut.
Sejak kecil kalau saya makan ayam, cara potongnya secara Islam. Kalau potong bukan cara Islam, perut saya bermasalah,” ujarnya dalam sebuat testimoni pertemuan kerukunan umat beragama.
Kerukunan di Sipirok memang telah menyejarah sekian lama. Masjid Raya Sipirok yang berseberangan dengan HKBP Sipirok (salah satu HKBP tertua yang telah berdiri sejak 156 tahun lalu) adalah monumen kerukunan yang menyejarah. Menjadi salah satu tapak unik dalam sejarah perjumpaan agama-agama di Indonesia. Teladan ini justru begitu baik, meski perlu terus dikembangkan dengan mempertahankan cirinya.
Sumber Berita: Kolom Waspadamedan.com oleh Muda Hutasuhut.

Relasi Agama dengan Kesehatan..

Kesehatan merupakan kondisi sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap individu hidup produktif secara sosial serta ekonomis. Kemudian pengertian dari agama sendiri yaitu sistem yang mengatur tata keimanan serta peribadatan kepada Tuhan. Secara teoritis dari pengertian keduanya maka terdapat pola hubungan yaitu saling berlawanan atau saling mendukung.
Dalam pola hubungan yang saling berlawanan antara agama dan kesehatan tentunya hal tersebut masih banyak menimbulkan berdebatan serta prokontra. Pada batasan tertentu menunjukkan bahwa apa yang dianjurkan dalam bidang kesehatan terkadang tidak selaras dengan apa yang dianjurkan dalam agama. Misalnya dalam program promosi kesehatan mengenai penggunaan kondom untuk menghindari diri dari penyebaran penyakit HIV/AIDS. Tentunya program tersebut memiliki irisan moral dengan agama.
Dilihat dalam bidang agama program tersebut dapat diartikan sebagai suatu kebijakan yang dimana mampu membuka peluang dalam pergaulan bebas. Kebijakan tersebut seakan memiliki makna bahwa boleh melakukan free sex ataupun hubungan seksual asalkan menggunakan kondom. Walaupun mungkin maksud dari sisi kesehatan memiliki makna yang baik yaitu untuk mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS. Namun dari bidang agama sendiri memiliki persepsi yang berbeda sehingga menimbulkan pola hubungan yang berlawanan.
Selanjutnya, agama serta kesehatan juga  memiliki potensi untuk saling mendukung. Hal tersebut dapat dilihat melalui kegiatan berpuasa. Terdapat beberapa agama yang memang dalam ajarannya memiliki amalan ataupun perintah kepada para umatnya untuk berpuasa. Fenomena berpuasa tersebut merupakan salah satu bentuk terapi yang telah diakui oleh kalangan medis dalam meningkatkan kesehatan.

Rabu, 22 Juli 2020

Potensi Kopi Sipirok Dikancah Internasional.





Potensi kopi Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai banyak dilirik importir kopi dalam dan luar negeri salah satu diantaranya produk Tabo Kopi Sipirok.

Demikian dituturkan Direktur Utama Usaha Dagang Tabo Kopi Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan Siti Muslihah kepada Antara di Sipirok, Kamis.

Kopi arabica yang dihasilkan Tabo kopi Sipirok seperti premium roast, jantan roast dan luwak liar roast sekarang cukup digandrungi masyarakat berbagai daerah dan negara.

Usaha kopi dia geluti tergolong masih muda sejak Tahun 2013 lalu, dimasa kepemimpinan Hamdan Nasution, saat itu penjabat kepala badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa Tapsel memberi peluang.

"Pembinaan yang kita dapatkan ketika itu dari pemerintah adalah  program bantuan pusat melalui Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek)," kenangnya.

Dari situ muncul semangat dan inisiatifnya dari bantuan progrtam"kopi Sipirok harus bangkit dan terkenal", UD Tabo berhasil hingga saat ini dan bahkan sudah membina langsung sejumlah petani kopi diwilayah itu.

Importir kopi asal Amerika, RRT, Korea, Taiwan, Afrika Selatan, Newzeland sudah datang silih berganti dalam setiap tahun berkunjung sekaligus studi banding produksi Tabo Kopi yang beralamat di lingkungan Sumuran, Sipirok tersebut.

"Dari sisi kwalitas kopi asal Sipirok sangat OK untuk kebutuhan luar negeri, namun jumlah produksi yang minim masih belum bisa menutupi permintaan pasar hingga luar negeri tersebut,"sebutnya.

Menurut Siti, jangankan mengimport keluar negeri, akan tetapi pihak UD Tabo sendiri juga sampai sekarang masih merasa kewalahan untuk menutupi kebutuhan dalam negeri termasuk daerah hinterline Tapanuli Selatan seperti Madina, Padangsidimpuan dan lainnya.

"Kalangan luar negeri banyak mengetahui perkembangan Tabo Kopi setelah promosi lewat jasa internet dan rata-rata pengunjung datang puas setelah melihat dan mencicipi cita rasa kopi tersebut,"katanya.

Menutupi kebutuhan UD Tabo masih tetap  membina 5 kelompok tani kopi speciality Sipirok diantaranya petani kopi desa Sialaman, Situmba, Sumuran, Huraba, Bulu Mario, dan desa Poldung, Simangambat.

"Produksi perbulan Tabo kopi khusus grenbean baru mencapai 100 kg dengan langganan tetap 50 kilogram sekali dalam permintaan dalam bulannya,"jelasnya.

Grenbean dikenal bubuk kopi yang diolah ala tradisional untuk menjaga kwalitasnya, dimana dalam pengolahannya mulai proses penjemuran gabah hingga kering, kemudian ditumbuk halus menggunakan wadah alu kemudian ditampi selanjutnya dilakukan penyortiran.

Minim dan lambannya memproses Grenbean penyebab lambannya produksi, apalagi masyarakat petani maunya yang instans dimana habis panen bisa langsung dijual.

Gabah kopi yang digiling menggunakan mesin kwalitas kopinya banyak yang disortir rusak sehingga memengaruhi cita rasa kopi itu sendiri.

Kesukaran tingkat proses mendapatkan hasil kopi grenbean tersebut, menyebabkan hasil produksi grenbean rendah dan berimbas kepada permintaan pasar.

Meski demikian UD Tabo Kopi Sipirok tidak patah arang akan terus berinovasi agar bagaimana kopi Sipirok bisa menjadi ikon daerah itu dengan niat peningkatan kesejahteraan petani kopi daerah tersebut.

Bahkan lebih jauh dia berharap masyarakat Sipirok khususnya petani kopi dapat mengembangkan kopinya dikarenakan peluang ekonominya yang menjanjikan.

Jum'at Berkah,Kebrsiah Mushollah Desa Marsada Purbautua

Dakwah Islam